Jumat, 27 April 2018

Pernikahan


Aku masih saja tidak percaya mendengar sahabat baik ku—Adit—akan menikah begitu cepat, mengingat umurnya hanya berbeda setahun dengan ku. Ditambah lagi dia adalah seorang laki-laki, bukankah biasanya laki-laki memilih untuk tidak menikah cepat? Mereka menikah cenderung lebih lama daripada perempua, dengan alasan ingin mengejar karir, membahagiakan keluarganya terlebih dahulu. Tapi kini, dia akan menikah—bahkan jauh lebih cepat daripada aku, sahabat perempuannya. Rasanya tidak percaya, kenapa dia mau menikah secepat ini.

“Kenapa loe menikah?” Pertanyaan bodoh ku lontarkan padanya.

“Pacar gue lebih tua setahun.” Jawabnya.

“Menikah bukan perkara umur, Dit, tapi juga masalah mental dan juga kesiapan kita membina sebuah pernikahan. Nikah nggak sama seperti pacaran, harus punya komitmen yang besar.” Bantah ku.  “Nikah bukan cuma setahun dua tahun aja, ini seumur hidup.” Adit, sahabat laki-laki yang sangat baik dari semasa kuliah sampai sekarang. “Dan ditambah lagi kenapa loe nikah sama dia!” Sesungguhnya aku tidak pernah menyukai pacarnya bahkan hingga saat ini, bukan apa-apa—hanya saja dia berbanding terbalik dengan Adit, aku pikir alangkah lebih baik Adit dapat yang lebih baik.

Adit hanya tertawa. “Kenapa ya? Semua cewek pasti bermasalah dengan pacar sahabat cowoknya.”Aku menggerutu. “Loe nggak suka sama gue kan, Kar?”

“No!” Bantah ku, aku benar-benar menganggapnya sahabat tidak pernah lebih, dia orang pertama yang membuat ku yakin kalau perempuan dan laki-laki bisa bersahabat, sebelumnya? Aku tidak pernah percaya itu.

Tapi Adit tidak pernah sebahagia itu saat menceritakan Tita –pacarnya-, aku tau—tidak baik untuk ku melarangnya bersama Tita. Yang menjalani semua itu adalah Adit dan Tita, sedangkan kami? Hanyalah orang luar yang menilai dari covernya saja. Kita tidak pernah tau bagaimana cinta mereka, bahagianya mereka dan perjuangan mereka.

“Jadi—kenapa loe mau menikah dengannya?” Akhirnya aku luluh. “Kenapa loe akhirnya memutuskan untuk menghabiskan hidup dengannya?”

Adit tidak langsung menjawab seperti biasanya, ia tersenyum dalam. “Karena cinta, mungkin?” Rasanya aku ingin memukul kepalanya. “Karena sudah saatnya.” Sambungnya. “Dan—bukankah pernikahan itu ibadah?” Aku terpana. “Mungkin benar, pernikahan bukan perkara umur tapi juga mental dan kesiapan. Tapi loe lupa satu hal, Kar, pernikahan itu setengah dari iman. Dan dengan Tita, aku ingin menyempurnakan iman ku.”

Damn! Dit, ini kata-kata teromantis yang pernah ku dengar dari mu.

Share:

Minggu, 22 April 2018

Cinta Sendiri


Bahu kita bersinggungan berkali-kali, awalnya memang tidak segaja—kita langsung menjaga jarak begitu bahu kita bersentuhan. Namun lambat laun kita seolah membiarkannya, membiarkan bahu kita bersinggungan, saling menyentuh. Tanpa kamu sadari aku yang berdiri disamping mu, menatap mu berkali-kali, melihat mu ikut bernyanyi mengikuti lagu yang dibawakan di konser yang sedang kita tonton. Aku terpukau—namun tak mau mengakuinya, aku mengagumi mu tapi tak bisa mengatakannya karena bagaimanapun ada tembok yang membatasi kita berdua. Hingga aku memilih untuk melangkah mundur tanpa berani berjalan berdampingan dengan mu dan menggenggam tangan mu.

“Terkadang begitu sukar, untuk dimengerti semua ini. Kita terlambat, meski tlah kau semaikan cinta dibalik senyuman indah, kau jadikan semua nyata seolah kau belahan jiwa.”

Aku menoleh kebelakang, mencari sosok mu yang sejak tadi tidak terlihat. Namun ternyata kini kamu berdiri dibelakang ku, seolah menjaga tempat ku agar tidak direbut dari orang lain. Lambat laun posisi itu berubah, kamu berdiri disamping ku—sambil menikmati lagu-lagu yang dibawakan.

“Meski ku tak mungkin lagi menjadi pasangan ku, tapi ku yakini cinta kau kekasih hati.”

Bolehkan aku jujur? Beberapa kali dengan segaja aku membiarkan bahu kita bersentuhan, memukul-mukul mu manja saat grup Kahitna—saat itu—sedang menggoda para penonton dengan gombalannya. Rasanya menyenangkan bisa bersama mu, aku sampai merasa di tempat itu hanya kamu dan aku yang menonton Kahitna.

Aku membiarkan tangan kiri ku lurus tanpa ku lipat didepan dada ataupun memegang sesuatu, sambil berharap—mungkin saja bukan hanya bahu kita yang bersentuhan, tapi juga tangan  kita. Dan saat itu datang, aku akan menyentuh dan menggenggam tangan mu erat.

“Memalukan bukan?”

Konser itu terasa begitu cepat, kebersamaan kita terasa begitu singkat sampai aku tidak menyadari bisa secepat ini. Saat keluar dari tempat itu, kamu berjalan didepan ku, memunggungi ku hingga hanya punggung mu yang dapat ku lihat.

“Widya.” Seorang gadis menoleh, ia tersenyum lebar begitu melihat mu muncul didepannya. “Acaranya asyik.” Gadis itu salah satu panitia konser itu, bisa terlihat dari kaos yang ia pakai.  “Sayang kita nggak nonton bareng.” Kamu mengulurkan jemari tangan mu, ia pun membalas uluran tangan mu.

Dan aku—kini bukan hanya melihat punggung mu saja, tapi juga melihat tangan kalian berdua berpautan dan saling menggenggam.


Share:

Minggu, 21 Mei 2017

CARA MENYIMPAN FILE DI GOOGLE DRIVE

Google drive adalah sebuah layanan penyimpanan milik Google, sama seperti layanan penyimpanan lainnya, GDrive memberikan ruang penyimpanan online sebesar 15GB secara gratis, kamu bisa menyimpan banyak hal seperti foto, lagu, power poin atau file lainnya.

Cara menyimpan FILE di Google Drive 

PERTAMA
  1. Masuk ke google drive kamu, bisa melalui website https://drive.google.com/drive/my-drive ATAU
  2. buka google.com (ini hanya berlaku apabila akun gmail kamu sudah login ya) di bagian kanan atas ada 9 titik (kotak bukan bulat) klik ikon tersebut, nanti akan ada pilihan, silahkan pilih ‘DRIVE’. 
  3. ATAU bisa juga, masuk ke gmail kamu lalu dibagian kanan atas ada 9 titik (kotak bukan bulat), klik ikon tersebut nanti akan ada pilihan, silahkan pilih ‘DRIVE’.

Semua yang diatas akan membuat kalian masuk ke halaman ‘DRIVE SAYA’


KEDUA
  1. Setelah sudah masuk di halaman ‘DRIVE SAYA’ silahkan pilih ‘BARU’ yang ada dibagian sebelah kiri
  2. Pilih ‘BUAT FOLDER BARU’ 
  3. Beri nama FOLDER nya. Nanti akan muncul folder baru pada halaman DRIVE kamu

KETIGA
  1. Klik dua kali FOLDER kamu, nanti kamu akan masuk kedalam FOLDER kamu yang masih kosong
  2. untuk mengupload foto atau dokumen atau lagu atau mungkin video, silahkan klik tombol ‘BARU’ yang ada disisi bagian kiri, 
  3. lalu pilih ‘UPLOAD FILE’, pilih foto yang kamu mau upload, setelah selesai klik OPEN. Otomatis foto yang dipilih akan masuk kedalam folder tersebut, butuh waktu jadi harus sabar.

KEEMPAT
  1. Untuk membagikan silahkan klik ‘DRIVE SAYA’ untuk kembali ke halaman utama 
  2. klik kanan lalu pilih ‘BAGIKAN’, nanti akan muncul menu baru, silahkan klik ‘DAPATKAN TAUTAN UNTUK DIBAGIKAN’ di bagian kanan atas menu baru tersebut
  3. SALIN TAUTAN lalu kirimkan URL TAUTAN tersebut ke orang yang ingin dibagikan hasil upload-annya

Share:

Selasa, 28 Maret 2017

MDP V NET TV

MDP (MANAJEMEN DEVELOPMENT PROGRAM) 5 NET TV
Kali ini MDP 5 di adakan di Sentul International Convention Center, Bogor. Bingung kesananya gimana karena nggak ada satu pun saudara yang tinggal di Bogor, paling banter Tangerang sama Depok UI. Pokoknya berangkat ajalah, bismillah, nanti dipikir begitu sampai sana. Toh di Jakarta apalagi Bogor udah ada Ojek Online sejenis Grab, Uber atau Gojek. Berangkatlah tanggal 21 Maret naik kereta dari Yogjakarta. FYI baru 5 hari tinggal di Yogja, nggak banyak kenal orang dan nggak tau jalan.

Skip – skip – skip, kalian pastinya udah penasaran sama proses seleksinya. Di Undangannya ujiannya akan dilaksanakan pada hari rabu, 22 Maret jam 9. Diharapkan peserta sudah hadir jam 8 dan di video yang ada di zulu kalau bisa dua jam sebelumnya untuk menghindari macet (And, damn! Is true, macet menuju SICC). Oh ya, jangan lupa untuk cetak undangan dan kartu peserta karena dua hal tersebut penting, patuhi semua syarat dan ketentuan like tali hitam atau mika untuk taruh kartu peserta (saking patuhnya aku sampai ngimtung pakai penggaris untuk mikanya).

Antri panjang banget, untuk tes MDP 5 dibagi beberapa bacth, bacth 1, 2 dan 3. Untuk masuknya disesuaikan dengan gate (gatenya dikasih nomor). Kebetulan nomer tes ku 06135, masuk via gate 8, cukup lama antrinya nunggu barisan depan masuk dulu. Sebelum masuk dikasih lembaran untuk Pauli dan tes kepribadian, begitu masuk langsung disuruh duduk dan mempersiapkan seperti papan jalan (wajib banget bawa! Buat pauli). Kita di sambut sama mba Anjani dan mas siapa lupa, mereka yang mencari opening dan MC. Kita disambut sapaan hangat dan juga perkenalan singkat dari mereka, cerita yang menyenangkan dari kerja di Net dan juga beberapa kali mereka memanggil peserta kedepan menanyakan apa yang mereka daftar (kebetulan aku mendaftar sebagai Editor) yang berani maju dikasih hadiah.

Net TV benar-benar bikin terpukau, bener-bener pengin jadi bagian dari Net TV. Seragamnya yang kece, program kerja yang waw, cara kerjanya, tempat kerjanya, beda banget dengan televisi-televisi lainnya.

Jam 10 kurang 5, tes Pauli dimulai (tau kan tes pauli, ituloh yang lembaran penuh angka dan kita disuruh ngitung dari atas sampai bawah?) susah, apalagi ga ada meja, cuma pakai papan jalan. Udah gitu kanan kiri ada orang, bergerak dikit kena sebelah kanan dan sebelah kiri. Selama satunya mengerjakan tes Pauli. Setelah itu dilanjut dengan tes kepribadian (nanti coba aku search soalnya di google dan aku sertakan disini ya). Setelah tes selesai, batch 2 sebagian sudah masuk. Pak Wisnutama datang dan memberikan sambutaaaan! Huaaaa~ mas Tama! Ternyata di sela-sela sambutan akhirnya diketahui kalau yang mendaftar MDP 5 75ribu, yang lolos psikotes 50ribu.
Jam 2 kelar karena dilanjut untuk batch selanjutnya, katanya batch 2 dan 3 dihibur sama yang isi the east sama ok-jek.


Untuk pengumumannya keesokan hari tanggal 23 Maret 2017. Dan sayangnya... aku gagal. Hehe. Sedih, jelas. Tapi nggak apa-apa, aku sadar kalau aku sangat kurang saat tes kemarin apalagi di tes paulinya, kakak kelas ku yang kebetulan ikut dan lolos (lanjut ke psikotes lanjutan untuk tes paulinya dia nambah lembar yang baru). Mungkin belum rezeki, tahun depan daftar lagi di MDP VI.
Share:

Jumat, 16 Desember 2016

TES TERTULIS OMBUDSMAN

Hai ! Ini entah untuk keberapa kali aku nulis mengenai sesuatu selain cerpen dan novel tapi berupa pengalaman atau cerita sedikit tentang kehidupan. Kali ini aku bakal cerita tentang tes tertulis Ombudsman, kenapa harus tes tertulis Ombudsman? Apa karena tes itu merupakan tes tertulis pertama ku untuk mencari kerja? Bukan—tapi karena aku merasakan bagaimana susahnya cari tau apa sih yang bakal keluar di tes tertulis Ombudsman. Cari kesana kesini nggak banyak info mengenai hal itu, hanya ada satu di kaskus. Itupun hanya garis besarnya saja, ada kaskuser yang bilang Tes Tertulis kisi-kisinya adalah pelajari UU 37 tahun 2008 dan UU 25 tahun 2009 (kedua UU tersebut adalah UU mengenai Ombudsman dan pelayanan publik, harus digaris bawahi Ombudsman adalah lembaga pemerintahan yang menangani masalah pelayanan publik.

Oke—jadi begini ceritanya~

Alhamdulillah lolos seleksi administrasi Ombudsman batch 2 di Jakarta karena pilihan pertama memang Jakarta dan pilihan kedua di Kalimantan Selatan. Karena untuk yang Jakarta peminatnya sangat banyak sebesar 2812, bisa dikategorikan cukup banyak karena memang Ombudsman Jakarta slotnya lebih banyak ketimbang yang lain yaitu 53 orang asisten. Dibagi 3 tempat, kebetulan aku tes di Gedung Nyi Ageng Serang Jakarta Selatan, disana ada 512 yang tes dari 2812 dan yang akan diambil untuk tes selanjutnya hanya 160 orang.

Tesnya terbagi jadi 2 sesi, sesi pertama 60 menit dan sesi kedua 90 menit.

Tes Pertama adalah tes pilihan ganda, soal-soalnya seputar UU 37 tahun 2008, UU 25 tahun 2009, Hukum Acara Pidana, Hukum Acara Perdata, Hukum Acara PTUN, Organisasi Ombudsman.

Beberapa contoh soal :
1.      Nama dibawah ini yang pernah menjadi petinggi Ombudsman....
2.      Kementrian apa yang mengurusi tentang pelayanan publik.....
3.      Yang mana yang merupakan hukum pidana....
4.      Yang mana yang merupakan hukum perdata....
5.      UU nomer berapa yang menjadi landasan terbentuknya Ombudsman...
6.      Tahun berapa Ombudsman dibentuk di Indonesia
7.      Ombudsman dengan sistem parlementer diselenggarakan dimana....

Itu beberapa contoh garis besar soal pilihan ganda Ombudsman yang saya dapatkan, oh ya—ada beberapa tipe soal, jumlahnya 4 (E, F, G, H) jadi peserta tidak bisa saling menyontek dan bekerja sama. Jumlah soal 72 pilihan ganda, lembar jawabannya LJK jadi teman-teman harus dan kudu bawa pensil 2B.

Tes Kedua~ Essai.

Setelah selesai sesi pertama, peserta dipersilahkan untuk istirahat 30 menit (Kalau nggak salah). Setelah waktu istirahat habis, peserta dipersilahkan masuk dan diberikan tiga lembar HVS untuk sesi kedua. Peserta diperbolehkan untuk mengerjakan bolak balik atau hanya dibagian depannya saja (apabila merasa 3 lembar sudah cukup).

Soalnya ada 6, meliputi pengetahuan kamu mengenai wewenang Ombudsman, Tugas Ombudsman, Urutan proses perkara hukum di kejaksasaan,  apa sih alasan laporan di Ombudsam ditolak, pandangan kamu tentang pengelolaan pengaduan laporan – sistem pengelolaan pengaduan – respon penyelenggara pelayanan publik terhadap pengaduan laporan, dan—bedanya apa sih kalau kita lapor di Ombudsaman dan Penegak hukum.

Sekian cerita dari saja, semoga bermanfaat untuk teman-teman Batch 3 yang besok tanggal 19 ujian (kalau nggak salah). Nggak tau apakah soalnya sama atau tidak, jadi belajar yang lain juga, setidaknya pelajari garis besar yang aku cantumkan. Jujur nih ya, kalau nggak ada info dari kaskus, aku pikir ujiannya hanya psikotes tapi ternyata enggak. Jadi cuma punya kesempatan 2 hari untuk belajar.

Kak, diterima nggak Ombudsmannya? Alhamdulillah—belum keterima, saya gagal jadi 160 orang yang lolos di tes selanjutnya karena saingannya banyak dan pilihan gandanya memang banyak saya tidak mengerti. Ditambah lagi saya bukan orang hukum yang mengerti apa sih hukum perdata, apa sih hukum pidana.

Tapi nggak apa-apa, aku bakal coba lagi mungkin tahun depan. Hehehe. Doakan ya, semoga tulisan ini berkah untuk saya, bermanfaat untuk banyak orang. Semoga juga aku segera dapat pekerjaan. Aamiin.

Mau tanya-tanya lebih lanjut? Hahaha. DM instagram ku ya @dsae_olshop sekalian follow. XD


Share:

Minggu, 13 November 2016

BIKIN SKBN / Surat Keterangan Bebas Narkoba di Semarang

Kali ini aku bakal cerita dikit pengalaman ku buat bikin Surat Keterangan Bebas Narkoba atau nama kerennya SKBN. Biasanya surat ini diminta oleh perusahaan atau instansi pemerintah ketika kita diterima bekerja disana, namun kali ini berbeda karena instansi yang mau aku apply job meminta menyertakan SKBN. Kebetulan instansi tersebut meminta SKBN yang dibuat oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) atau Rumah Sakit Pemerintah.

Aku sempet searching di Google, rumah sakit pemerintah di Semarang itu apa aja sih? Karena aku bukan orang Semarang jadi agak bingung. Awalnya sempat bingung mau di rumah sakit mana? Di Google aku sih sempet nemuin kalau ada beberapa rumah sakit seperti rumah sakit Bhayangkara dan Ketileng (Fatmawati). Beberapa orang merekomendasikan cek di Rumah Sakit Karyadi, Rumah Sakit Diponegoro, Kantor Polisi yang di depan Karyadi dan juga CITO. Akhirnya setelah pertimbangan selama dua hari akhirnya aku memutuskan untuk memeriksa diri di RSUD Semarang atau lebih dikenal sebagai Rumah Sakit Fatmawati atau lebih dikenal lagi sebagai Rumah Sakit Ketileng karena berada di jalan Ketileng.

Awalnya aku datang hari jum’at jam setengah 2. Dan—rumah sakitnya tutup karena jam kerjanya jam tujuh sampai jam sebelas, sedangkan untuk hari sabtu jam tujuh sampai jam sepuluh. Alhasil aku harus kembali lagi pada keesokan hari dan harus lebih pagi.

Dengan perjuangan cukup berat karena nggak biasa bangun pagi. Hahaha. Akhirnya aku datang di lokasi jam 9.45. 15 Menit sebelum tutup, tapi alhamdulillah masih diterima. Oke, aku bakal ceritain step-stepnya, cekidooooot!
1.      Masuk ke rumah sakitnya, naik lantai dua, nanti sampai dilantai dua kamu bakal nemuin ruangan Rekam Medik.
2.      Masuk ruangan itu, utarakan apa yang mau kamu utarakan. Hahaha. Yaitu ‘Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba’. Oh ya, nanti kamu bakal ditawarin mau bikin surat kesehatan sekalian nggak? Nah, kebetulan aku sekalian bikin surat kesehatan jadilah langsung ngambil keduanya.
Untuk pembayarannya kalau kamu hanya bikin SKBN kamu cukup membayar 90.000, tapi kalau kamu juga sekalian bikin Surat Keterangan Sehat—kamu harus membayar 150.000 (artinya bikin Surat Kesehatan sebesar 60.000, itu sudah mencakup kesehatan umum, kesehatan mata dan THT). Tapi kalau mau lebih murah lebih baik kamu hanya bikin SKBN di sana dan untuk tes kesehatan kamu cek di puskesmas aja, cek kesehatan di puskesmas cuma 10.000 tapi yang jelas kamu nggak dapet cek kesehatan mata dan juga cek kesehatan THT. Oh ya, setelah dari ruangan Rekam Medik, kamu harus ke kasir lebih dahulu dan melakukan pembayaran.
3.      Sebenarnya yang bikin ribet cek kesehatannya, aku harus bolak-balik sana-sini, nyari ruangan karena ruangannya berbeda-beda. Kamu harus nyari ruangan ‘Poliklinik Umum / MCU’ , ‘Poliklinik Mata’, ‘PloklinikTHT’, lalu dilanjut ‘Laboraturium’ teruuuus ‘Bagian Umum Lantai 2 (Stempel RS)’ daaaaan ‘Rekam Medis’. Tenang untuk step-stepnya kamu bisa lihat di Map dan lembaran yang diberikan ibu-ibu di ruangan rekam medik.
4.      Setelah dapat hasil dari poliklinik-poliklinik yang aku sebutin tadi, aku langsung cari laboraturium. Buat yang cuma ambil tes buat SKBN kamu langsung aja ke laboraturium tanpa perlu ke poliklinik-poliklinik tadi karena poliklinik itu hanya untuk yang mau tes kesehatan. Nah disini kamu serahkan map kamu ke resepsionis, nanti kamu bakal dipanggil ketika giliran kamu.
Ketika nama dipanggil, kamu akan masuk keruangan ‘SAMPLING’. Nanti bakal dikasih botol kecil dan dapat pengarahan dari mas atau mba yang ada didalam ruangan itu. Intinya kamu disuruh pipis dan urinnya dimasukin disana, oh ya disana ada dua ruang kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian, setelah menunggu beberapa saat. Hasilnya akan keluar dan diberikan sama kamu.
5.      Nah, udah kelar semua tuh. Kamu langsung aja kelantai 2 (seperti kamu mau ke ruangan rekam medik) cari ruangan ‘Bagian Umum’ dan bilang mau minta stempel. Nanti lembaran-lembaran yang kamu bawa bakal di stempel sama ibu-ibu yang ada disana.
6.      Setelah itu kamu ke ruangan rekam medik lagi. Jadi nanti kamu bakal dapat dua bandel surat, nah surat yang satu kamu pegang dan yang satu dibawa oleh pihak rekam medik untuk laporan atau data.

Okaaaaay! Itulah perjalanan yang aku lalui untuk mendapatkan SKBN di RSUD Ketileng. Semoga bisa membantu teman-teman yang mau melakukan tes kesehatan ataupun membuat SKBN. Doakan aku keterima di instansi yang aku inginkan yaa! Semoga bermanfaat, see you again.


Share:

Senin, 03 Februari 2014

Dinar Alam Nadya Azzahra

“Dinar Alam sama Nadya Azzahra itu siapa sih kak?” Itu pertanyaan adik gue begitu gue ngepost foto seorang cowok yang foto di tepi makam yang penuh bunga mawar merah, bukan hanya mereka sih, tepatnya temen-temen KKN gue dan juga temen-temen satu jurusan gue, intinya adalah banyak yang penasaran siapa dua orang itu.

Jujur, gue juga baru tau mereka belum lama, ya sekitar satu minggu ini. Itupun karena salah satu sepupu gue pakai display picture foto keduanya dengan narasi kalau ‘Dinar Alam adalah cowok yang setia karena tetap sayang sama seorang cewek yang notabane-nya udah nggak ada (read : meninggal).

Okey, mari simak cerita dibawah ini, semoga jadi inspirasi, sorry juga kalau ada pihak-pihak tertentu yang ngerasa keberatan sama tulisan gue ini, gue cuma seorang manusia yang suka nulis dan pengin menuangkan apa yang gue denger, baca dan lihat.

Dinar Alam dan Nadya Azzahra—keduanya pacaran sejak tanggal 20 januari 2011. Nadya suka Dinar lebih dahulu, sayangnya cowok yang merupakan adik kelasnya saat smp itu udah punya pacar. Tapi Nadya tetap bertahan, cewek ini tetap sayang, ngamatin Dinar dan setiap sholatnya slalu disebut namanya Dinar Alam. Jatuh bangun ngejar Dinar, terus berharap kalau Dinar bakal berantem dan akhirnya putus sama ceweknya. Dan do’a itu terkabul dan entah gimana ceritanya, akhirnya Dinar Alam pacaran sama Nadya Azzahra.

Pacaran sama adik kelas tentunya gampang-gampang susah, Nadya ngerasain banget waktu harus pindah sekolah karena dia sendiri udah lulus dari SMP itu dan harus ngelanjutin SMA. Perbedaan persepsi dan pemikiran jelas beda antara anak SMP dan SMA, apalagi cewek pemikirannya jelas lebih cepat dewasa daripada cowok.

Jelas awalnya kepikiran macem-macem, mungkin bakal main belakang atau mungkin endingnya bakal saling meninggalkan, tapi ternyata enggak. Terbukti mereka bertahan sampai dua tahun, bahkan disaat Nadya sakit kanker otak, Dinar setia mendampingi Nadya.

Dari stalking gue beberapa hari ini di twitternya @Dinaralam, @nadyanacil dan beberapa blog yang gue temuin yang ngebahas tentang mereka—pacaran mereka begitu asyik, mereka bersikap seperti teman namun mereka pacaran, jarang lah ada cowok dan cewek pacaran kayak mereka.

Kanker otak—ditahun 2012 Nadya sering pusing, namun gadis itu menganggap kalau semua itu cuma pusing biasa dan akhirnya membiarkannya. Tapi mungkin karena sudah terlalu sering, akhirnya Nadya check up ke dokter. Dokter memvonis kalau Nadya Azzahra terkena kanker, kemoterapi sudah dilakukan namun hasilnya—memang tergantung yang di atas.

Tanggal 22 maret, Ibunya Dinar yang cukup dekat dengan Nadya menelpon Dinar, meminta cowok itu datang karena Nadya kritis. Dan pada tanggal tersebut juga—Nadya menghembuskan napas terakhir, Nadya meninggal. Setelah mendengar kalau Nadya meninggal, Dinar menutup matanya, menutup telinganya dan menarik napas dalam-dalam (mungkin mencoba untuk tegar dan memastikan kalau semua itu bukan sekedar mimpi) kemudian ia menangis.

Nadya meninggal setelah anniversary ke 26 bulan pada tanggal 20 maret dan pada tanggal 31 maret Nadya berulang tahun. Dinar slalu datang kemakam Nadya saat ulang tahun, saat tanggal 20 dan saat anniversary ke-3 mereka.
Aaaa~ jujur gue sangaaaat pengin nulis cerita tentang mereka buat project novel gue berikutnya. Tapi semoga itu bisa di implementasikan.



“Yang bisa membuktikan cinta hanyalah sang waktu, mungkin kini ia menunggu mu, ia disisi mu namun mungkin besok, lusa atau nanti mungkin yang berada disamping mu bukan ia, tapi aku. #SSK” 
Share: